Udara Pandeglang Butuh Filterisasi Semua Pihak

Suitnews.com – Pro kontra dalam sebuah sistem Pemerintahan sebenarnya adalah bagian dari Hukum alam yang tak mungkin mengalami masa paceklik, disisi lain akan tetap tumbuh dengan subur dilain pihak tetap berusaha mengantisipasi kalau-kalau permasalahan itu kian lama di biarkan kian meruncing lalu berakhir pada solusi yang membias. Hitam putih dan tumpang tindih soal prilaku dan kebijakan dari para petinggi Pemerintahan biasanya awal dari sumber pemahaman dengan berbagai sudut pandang yang berbeda .
Di Kabupaten Pandeglang misalnya, Kabupaten yang berlambangkan Badak bercula Satu dan membawahi 35 Kecamatan itu. belakangan ini acapkali berhembus berbagai kabar yang banyak menuai Pro dan Kontra mulai dari soal Dana yang di terima oleh komunitas Umar Bakri (Guru.Red) Penyerapan dan penggunaan Dana Desa yang di kelola oleh Para Kepala Desa, Perolehan Dana Pertanian yang instant dan saat itu pula di tukar dengan benih tanaman dari pengusaha yang di tunjuk sampai pada Informasi soal moral personil yang kebenarannya perlu di telusuri.
Kabar kabari tersebut ibarat udara yang cepat bergerak menembus ruang dan waktu berbagai spekulasi pendapat dan argument saling mengemuka diantara para pesohor yang senantiasa di jadikan obrolan di warung-warung kopi atau di ruang-ruang internal para komunitas, hingga kesan yang nampak Pandeglang begitu pengap tanpa selembarpun fentilasi untuk masuknya udara segar yang menyegarkan.
Lalu apakah semua itu dapat di cuci bersih seperti sedia kala sehingga motto Pandeglang yang berkalimat BERKAH bisa terealisasi dengan nyata. Hal itu tentu saja bisa bahkan sangat bisa terutama bagi Mereka yang setuju dan mengamini setiap kebijakan dan keputusan terutama bagi Mereka yang betul-betul merasakan kinerja yang cukup amanah dari pemilik Perda, seperti bantuan berupa Infrastruktur, Rastra, Pupuk, Bibit Tanaman, Rumah kumuh, dan bantuan lain yang bersifat social kemanusiaan.
Akan tetapi bukan sesuatu yang istimewa di mata komunitas yang anti dan kontra mengingat semua itu bagian dari sebuah kewajiban yang harus di laksanakan, sebagaimana yang diinginkan oleh suara parlemen dari hasil Paripurna.
Sebenarnya mencari nilai kepuasan untuk semua pesoalan dan keinginan sekalipun sudah di laksanakan apapun bentuknya sangatlah mustahil di dapatkan secara utuh, sebab dalam teori Ekonomi yang di lontarkan Adam Smith bahwa keinginan Manusia itu tidak terbatas tapi kemampuan Manusia sangatlah Terbatas berdasarkan semua itu sangatlah sempit jika pemikiran kita hanya melihat semua persoalan itu dengan sudut pandang pribadi tanpa mengejewantahkan situasi dan kondisi yang sebenanrnya.akan tetapi untuk mengkritisi hasil yang ada sangatlah perlu demi sebuah keseimbangan.
Pandeglang Boga Urang begitu label yang diterapkan saat berulang Tahun yang ke 144 kalimat URANG disitu adalah konteksnya KEBERSAMAAN. Jika kita memang warga Pandeglang alangkah indahnya bentuk kebersamaan itu kita rangkai kita jalin kita tata kearah yang lebih baik sebagaimana terjemahan Firman Allah SWT dalam surat Al-Ashr ‘ Saling nasihat menasihati dalam kebaikan dan kesabaran.’ Allahu Alam.

Oleh
M.RUSDI
(Jurnalist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *