Tidak Pernah Ada Operasi Pasar, Jelang Ramadhan Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik

Suitnews.com, Pandeglang – Tibanya Bulan Suci Ramadhan tinggal menghitung hari, namun tak lantas membuat semua orang gembira dan bersuka cita dalam menyambutnya, hal itu dikarenakan harga-harga kebutuhan pokok kian hari kian merangkak naik terutama di pasar-pasar tradisional seperti pasar Labuan Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang .
kenyataan tersebut membuat sejumlah konsumen harus pintar-pintar memutar dan menggunakan keuangan yang ada. Hal seperti inilah yang dikeluhkan oleh Sarmin seorang pengayuh becak yang setiap harinya harus mencukupi kebutuhan isteri dan ke Tiga Anaknya

“Sepertinya hal itu sudah menjadi kebiasaan para pedagang jika menjelang Bulan Ramadhan Harga-harga kebutuhan pokok mencekik leher imbasnya sudah tentu pada kami yang penghasilan sehari-harinya pas-pasan” Keluh Sarmin pada suitnews.com Senin (14/5/2018)

Sarmin merupakan contoh kecil warga yang berpenghasilan pas-pasan yang tak berdaya menghadapi naiknya harga-harga kebutuhan pokok menjelang ramadhan

Dari hasil investigasi pasar yang dilakukan suitnews.com ternyata apa yang di keluhkan komunitas akar rumput tersebut memang benar adanya contohnya saja Harga Beras Rp 8.500,-/Liter,Ayam Potong Rp 40.000/Kg Daging Kerbau Rp 120.000,-/Kg Daging Sapi Rp 120.000.-/Kg Sementara dari jenis Ikan seperti Ikan Banyar Rp 70.000/Kg Tongkol Rp 30.000/Kg dan Bentong Rp 40.000.-/Kg
Padahal menurut Ujang Samsudin, Manajer Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 3 bahwa ikan-ikan tersebut merupakan hasil tangkap nelayan pribumi, bukan kiriman dari luar daerah

“ Ikan-ikan tersebut hasil tangkap nelayan pribumi artinya bukan ikan kiriman dari luar daerah” Terang Ujang Samsudin Manajer Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 3 di ruang kerjanya.

Menurut Ujang pada saat – saat sekarang ini kebetulan merupakan masa panen nelayan

“kalau tidak salah masa panen itu sampai tiga bulan kedepan” Lanjutnya.

Mencermati persoalan di atas menurut M Yaya Kabid Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen Provinsi Banten adanya kesan ketidak seimbangan secara ekonomi. di pihak lain ada yang terseret pada kebutuhan yang cukup mencekik leher sementara bagi pihak lain menaikan harga tanpa batas dan signal dari institusi yang berkepentingan.

“Sebenarnya momentum Ramadhan merupakan saat-saat penting bagi pihak-pihak terkait terutama Institusi kepemerintahan dan DPR Kab Pandeglang yang menangani hal itu untuk melakukan operasi pasar berikut melakukan pengawasan barang-barang kebutuhan pokok terutama makanan di Swalayan yang biasanya nyaris kedaluarsa” Pungkas Yaya dengan nada kecewa

(Rusdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *