Telan Anggaran Rp. 4.597.763.000 Peningkatan Jalan Marapat-Camara Terkesan Asal jadi

Pandeglang, suitnews.com – Proyek peningkatan jalan Marapat – Camara kecamatan Cigeulis kabupaten Pandeglang – Banten terkesan asal jadi, serta diduga menyimpang dari ketentuan spek pembangunan tersebut.

Pekerjaan peningkatan jalan yang dianggarkan sebesar Rp. 4.597.763.000,-
yang didanai oleh APBD kabupaten Pandeglang tahun anggaran 2018, dengan nomor kontrak 600/1/SP-KONST/PPJ/DPUPR-BM/2018. Konsultan pengawas PT. Arya Graha Abadika Mandiri, dan dilaksanakan oleh PT. Karya Raksa Utama itu terpantau Asal-asalan.

Pasalnya, pekerjaan normalisasi badan jalan itu dalam penggunaan material lapis pondasi dengan menggunakan Agregat kelas B yang diduga tidak Full penggunaannya, dan Beskos atau bisa juga disebut Agregat lapis pondasi kelas A, dengan sintem tebar beras dan tidak merata, begitupun penggunaan Agregat untuk samping atau pengkerasan bahu jalan guna pelebaran tidak digali.

Lebih dar itu, sistem pemasangan slab Asal-asalan dan penggunaan besi uril untuk dowel, serta pemasangan kerangka Dowel yang tidak menggunakan Cat anti karat ditambah tidak menggunakan kondom pelindung dowel.

Terlihat juga dalam pinishing jalan beton tidak menggunakan Curing Compound, serta banyak hal yang menyimpang sehingga sangat jelas akan mengurangi mutu pembanguna jalan serta tidak berkwalitas.

Dikatakan Dudi, yang mengaku sebagai konsultan pengawas, dirinya tidak mengetaui jika pelaksana menggunakan krangka besi uril untuk Dowel, setau dirinya pelaksanaan pembangunan jalan itu dianggap sesuai.

“Mungkin penggunaan besi uril untuk dowel diluar pengawasan saya, karena saat itu saya tidak ke lapangan dikarenakan sakit. Saya pantau pembangunan itu cukup sesuai,” ujarnya.

Terpantau proyek pembangunan jalan tersebut tidak dilakukannya pekerjaan galian bahu jalan guna pengkerasan pelebaran jalan itu. Menurut Dudi, dirinya kurang begitu mengetahui tentang pekerjaan galian bahu jalan, dan iapun akan meninjau kembali Contract Change Order (CCO) pekerjaan tersebut.

“Mengenai tidak dilakukannya pekerjaan galian bahu jalan untk pengkerasan peleberan jalan, saya belum mengetahuinya secara persis, maka untuk hal itu saya harus lihat dulu CCOnya,” katanya, Pura-pura lupa.

(Red/IB)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *