Home » Daerah » Pandeglang » Salurkan Modal Pertanian, Laskar Aswaja Tangkis Eksploitasi Pasar Bahan Mentah

Salurkan Modal Pertanian, Laskar Aswaja Tangkis Eksploitasi Pasar Bahan Mentah

suitnews.com, Pandeglang – Pemerintah seharusnya bisa melarang penjualan sumber daya alam (SDA) dalam bentuk mentah untuk mendukung Rencana Induk Pengembangan Industri daerah. Menginisiasi hal tersebut, Laskar Aswaja Kabupaten Pandeglang menentukan langkah dengan memberikan pinjaman modal kepada para petani.

Ketua LA Pandeglang, Dede Ridwanul Muhajir mengatakan, bahwa selain potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Pandeglang, potensi pertanian adalah salah satu potensi yang begitu luar biasa bila dimaksimalkan pengelolaannya.

Namun, menurutnya persoalan yang terjadi adalah para petani merasa kesulitan mendapatkan hilir jual yang jelas.

“Petani kerap kali menjadi korban permainan pasar dengan keberadaan tengkulak, sehingga berdampak pada rendahnya pendapatan perkapita masyarakat,” jelasnya.

Dede malanjutkan, hal tersebut terjadi karena kebutuhan produksi bahan mentah pertanian belum cukup. Pemerintah dengan program-programnya belum mampu menciptakan iklim produksi yang baik, sehingga pebisnis dari luar Pandeglang berbondong-bondong memborong barang mentah tanpa memperhatikan kesejahteraan para petani.

Laskar Aswaja Kabupaten Pandeglang menggandeng Bank Artha Graha sebagai pemodal untuk melakukan penyaluran KUR Bapak di Kabupaten Pandeglang dengan target sebanyak 1.000 orang petani.

“Selain di sektor pertanian, kita coba akan merangkul pelaku usaha UKM seperti penggilingan padi, pengrajin gula aren, gula semut, emping, minyak kelapa, minyak cengkeh, nilam, sereh wangi dll. Semua itu akan di produksi di Pandeglang,” tegasnya.

Dede berharap, dengan berjalannya program tersebut dapat berkmplikasi baik bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. “harapan saya adalah bagai mana program ini juga bisa menghasilkan produk unggulan desa dan bersinergi dengan BUMDes untuk kemandirian masyarakat desa,” harap Dede.

Program tersebut juga diketahui mendapatkan respon positif dari para penggiat pertanian, salahsatu diantaranya adalah dari Enji, Petani asal Desa Sinarjaya Kec. Mandalawangi. Dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan pinjaman KUR dari Artha Graha yang difasilitasi oleh Laskar Aswaja Pandeglang.

“Petani bisa mendapatkan bantuan pinjaman KUR yang selama ini sulit di akses oleh petani kecil apalagi dengan hanya jaminan Surat Keterangan Usaha (SKU) yang dikeluarkan oleh desa,” ungkap Enji.

Enji pula berharap dengan adanya program KUR bapak Angkat petani ini, petani bisa lebih fokus lagi untuk meningkatkan kuantitas dan kwalitas produksi pertaniannya. Dari program ini petani nampu memiliki wadah koperasi yang mandiri untuk mencukupi kebutuhan petani baik benih, pupuk dan kebutuhan lainnya bahkan sampai kebutuhan hidup.

“Selama ini kami petani hanya mampu melakukan penanaman dan menjual hasil kami ke pasar induk dan tengkulak, dengan adanya Bapak Angkat Petani Laskar Aswaja kami mulai berfikir untuk menciptakan barang jadi dengan di produksi sendiri, dengan hasil tinggi dan untuk kesejahtraan kami juga,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Dalam rangka mengentaskan angka kemiskinan dan desa tertinggal di Kabupaten Pandeglang serta dalam rangka mensukseskan program pemerintah, Laskar Aswaja Pandeglang bersama Bank Artha Graha dengan konsep “Bapak Angkat” memberikan bantuan kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat dengan proses yang mudah dengan tidak membebankan agunan/jaminan.(Pan/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *