RTS Jamsosratu Tangerang, Mampu Produksi Wedang Jahe Instan

Suitnews.com, Tangerang – Rumah Tangga Sasaran Program Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (RTS JAMSOSRATU) asal Kabupaten Tangerang mampu memproduksi wedang jahe instan dalam bentuk kemasan.
RTS Jamsosratu tersebut bernama Irnawati.
Irnawati adalah seorang ibu rumah tangga, yaitu isteri dari Ruhiyat dan memiliki satu orang putra bernama Rasya Putra (9) Kelas IV SDN Renged II desa Renged, di Sekolahnya Rasya merupakan anak yang berprestasi, Rasya selalu menduduki rangking ke dua dan ketiga di kelasnya.
Ibu Irnawati sudah menerima Program Bantuan Non Tunai Bersyarat Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu ) di Kampung Soge RT 012 RW 004 Desa Talok Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang dari Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Sosial Provinsi Banten sejak Tahun 2016.
Ibu irnawati mampu memproduksi wedang jahe instan tersebut dengan mengikuti proses belajar membuat produk jahe emprit sejak tahun 2018. Dengan semangat mau belajar dan berusaha untuk membangun usaha kecil, kemudian ibu irna mengikuti pelatihan pengemasan pada bulan Mei tahun 2018 di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang.
sekarang produk jahe emprit aktif sebagai binaan di Dinas Koperasi dan UmKM Kabupaten Tangerang.

Budi Dharma Kepala Seksi jamninan sosial keluarga (Kasi Jamsoskel) Dinas Sosial Provinsi Banten berharap semangat dan kerja keras ibu irna ini bisa menjadi motivator untuk penerima Jamsos yang lainnya.
“semoga ibu irnawati menjadi motivator bagi penerima program jamsosratu untuk maju dan bekerja keras menjadi pelaku usaha yang sukses di masa depan” harapnya.

Menurut Budi dalam memproduksi jahe tersebut, irna tidak diberikan bantuan modal, melainkan hanya diberikan bantuan keterampilan oleh Dinas koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang.

“Oowh bantuan modal mah ga ada kang, cuma bantuan keterampilan packing saja dari dinas koperasi kabupaten tangerang” ungkapnya

Budi Darma mengaku merasa bangga dan sangat bahagia melihat adanya kemauan dan kemampuan penerima manfaat jamsosratu untuk berusaha bangkit dari keterpurukan.

“Setidaknya ini membuktikan bahwa perubahan mindset ini ada berkat program ini, seperti diketahui bersama bahwa bantuan sejenis baik itu jamsosratu maupun pkh memang salah satunya bertujuan untuk merubah mindset warga kurang mampu penerima manfaat utk bangkit dari keterpurukan” katanya dengan sumringah

Ini merupakan sebuah keberhasilan sinergitas anatara kebijakan Provinsi dan kebijakan kabupaten/kota, lanjutnya.

Karena belum maksimal dalam produksi dan pemasaran, Budi juga menilai bahwa masih ada yang harus di perjuangkan bersama terkait kelancaran produksi ataupun pemasarannya.

“Produksinya masih pesanan aja pak belum lancar harian, Perbungkusnya ukuran 100gram Rp. 10rb 500gram Rp. 50rb.. Masih baru dan mulai pasaran ke WhatsApp dan facebook.. rata-rata terjual yang 100gram 10 bungkus dalam sebulan sementara yang 500gram 5 bungkus” paparnya

Sementara Bantuan Jamsosratu sendiri menurut Budi di tahun 2018 ini ada perubahan nominal bantuan dari Rp. 2.250.000 per tahun menjadi Rp. 1.665.000 per tahun.

“Tahun 2017 besarnya 2,25 jt/ thn diberikan 3 kali dlm setahun dan di tahun 2018 ini mengalami penyesuaian dgn kemampuan keuangan daerah jadi Rp 1.665.000/ tahun.” Pungkasnya
(Red/SNC)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *