Ramadhan Bulan Kemuliaan Dan Pengorbanan

Bulan ramadan adalah bulan yang sangat dirindukam dan ditunggu – tunggu oleh setiap kaum muslim dibelahan dunia. Selain itu bulan ramadhan memberikan peringatan bagi setiap mahluk dimuka bumi untuk intropeksi dan evaluasi diri dalam menjalankan kehidupanya di muka bumi sebagai mahluk tertinggi dan sempurna ciptaan Allah.

Selain hal tersebut, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui bersama, kenapa ramadan bulan yang sangat istimewa di bandingkan bulan – bulan yang lain. bulan ramadan adalah bulam dimana Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad sang pembawa kabar dan risalah tuhan terakhir. Setiap bulan ramadan juga kaum muslim berlomba-lomba dalam mengejarkan kebaikan, karena setiap amal soleh kita akan dilipat gandakan. Ketiga, mungkin tidal asing lagi diteinga dan benak kita “Bulan ramadan, bulan yang penuh keberkahan” ini alasan kenapa bulan ramadan juga disebut malam seribu bulan. Bulan pengampun dosa – dosa dan diijabahnya do’a-do’a. Terdapat malam lailatul qadar, Malam yang salah satu dari 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini merupakan malam yang paling baik diisi oleh doa-doa yang baik dan mukjizat dapat turun di malam Lailatul Qadar kepada setiap hambanya yang mengerjakan kebaikan dimalam hari.

Mari kita simak kisah dibawah ini.

“Aku membawa seorang tamu. Jika kami mulai makan, padamkanlah lampu dan berpura-puralah memperbaikinya. Selama perut tamu kita belum kenyang, jangan makan sedikit pun dari makanan itu,”. Itulah bisikan Tsabit Al-Ansari salahsatu sahabat Nabi Muhammad SAW kepada istrinya yang menanyakan cadangan makanan untuk berbuka puasa.

Saat itu Tsabit kedatangan seorang musafir yang singgah kerumahnya untuk berbuka puasa tnpa memebawa sedikitpun makanan. Sedangkan cadangan makanan dirumahnya mulai sedikit karena kondisi ekonomi yang membelit keluarganya.

Setelah memeprsilahkan masuk orang yang bertandang kerumahnya itu, tsabitpun bertanya kepada sang istri. “Apakah ada makanan untuk hari ini?”
Dengan rasa bingung dan gundah sang istri menjawab “Demi Allah, Wahay suamiku makanan yang kusimpan sudah sedikit”.

Tsabitpun terdiam dan kebingungan mendengar jawaban istrinya tersebut.
Disisi lain, ia dan istrinya ingat pesan nabi tenang besarnya pahala memuliakan tamu.

Terbenamnya matahari tanda waktu berbuka sudah tiba. Tsabit dan istrinya langsung menyuguhkan makanan yang seadanya kepada tamunya itu. Namun, tsabit dan istrinya hanya bercakap cakap di dapurnya seakan terdengar sedang menyantap makanan berbuka puasa oleh tamunya itu. Dan hanya meminum air putih untuk menghilangkan dahaganya selama berpuasa.

Keesokan harinya tamu itu berpamitan untuk melanjutkan perjalananya. Seperti biasa setiap hari Tsabit pun menhadiri majelis untuk me ndapatkan keberkahan dan syafa’at dari. Sesaat diperjalana tsabitpun berpapasan dan saling tersenyum diantara keduanya sambil menundukan kepalanya. lalu nabi Muhammad bersabda “Wahai Tsabit, Allah swt. menghargai pelayananmu terhadap tamumu semalam.”

Sabutpun kaget sekaligus bercampur rasa gembira, syukur, malu sekaligus terharu bercampur dalan jiwa dan rohaninya.

Sungguh teramat mulia hati Tsabit dan sitrinya, mereka rela menahan lapar dari kekosongan isi perutnya setelah seharian menahan lapar karena berpuasa demi untuk memuliakan dan menghormati tamunya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang menjalankan risalah risala nabi dan menjalankan sunnahnya.

Sedikit kebaikan yang kita lakukan akan diberi Sejuta Keberkahan dan pahala oleh Allah SWT. amiin

Oleh : Saepul Anwar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *