Home » Daerah » Pandeglang » Pembangunan di Pandeglang Masih di Fokuskan Terhadap jalan

Pembangunan di Pandeglang Masih di Fokuskan Terhadap jalan

Suitnews.com, Pandeglang – Program yang diajukan oleh Kabupaten Pandeglang tidak jauh dengan apa yang difokuskan oleh Provinsi Banten. Menurut Bupati Irna Narulita, program yang diajukan masih tetap Infrastruktur karena masih ada jalan Provinsi dan Kabupaten yang kondisinya masih rusak. “Hutang kami untuk jalan Kabupaten masih ada 31% lagi yang masih rusak, itu berada di wilayah zona 4,5, dan 6. Saya harap jalan provinsi juga segera diselesaikan seperti apa yang tadi disampaikan Bapak Gubernur Banten,” kata Bupati Irna Narulita usai menghadiri acara Musrenbang RKPD Provinsi Banten tahun 2019, Selasa (10/4) di Ultima Horison.

Dirinya berharap, jalan Provinsi yang ada di Kabupaten Pandeglang dapat segera dibangun. Selama ini kata Irna, masyarakat mengeluhkan kondisi jalan itu kepada Kabupaten, padahal kewenangan itu ada di Provinsi Banten.” Masyarakat tidak ingin mengetahui jalan itu kewenangan siapa yang penting jalan ibu bagus. Untuk itu, kita ingin bagi tugas dengan provinsi agar permasalahan jalan ini dapat terselesaikan,” ucap Irna Narulita

Sementara Gubernur Banten Wahidin Halim dalam sambutannya mengatakan, masih banyaknya Infrastruktur jalan yang rusak, sarana pendidikan dan masyarakat yang belum terakomodir oleh jaminan kesehatan, membuat Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan ini jadi program primadona untuk penganggaran tahun 2019 di Provinsi Banten. “Kurang lebih ada 169 km jalan dalam kedaan rusak, 4.200 lokal kelas dalam kondisi rusak, dan 2 juta masyarakat Banten yang belum terakomodir olah Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan. Hal inilah yang membuat kami akan terua fokus penyelesaian di tahun 2019,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019 di Ultima Horison, Selasa (10/4).

Menurut WH, tahun ini Pemprov Banten akan menganggarkan pembangunan jalan sepanjang 100 KM. Kata dia, permasalahannya saat ini yang terjadi yaitu kesiapan aparatur dalam pelaksanaan lelang proyek yang dilakukan. “kita baru mulai maret-april tahap lelang nya,” tutupnya.
(Red//Rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *