Pelayanan Terhadap KPM PKH Terhambat, Pendamping PKH Desak BTN Membuat Cabang di Pandeglang

suitnews.com, Pandeglang – Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program bantuan Non tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan dengan melaksanakan kewajibannya.

Kewajiban KPM dapat berupa kehadiran di fasilitas pendidikan (Bagi anak usia sekolah), ataupun kehadiran di fasilitas kesehatan (bagi anak balita, atau bagi ibu hamil).

Adapun tujuan umum dari PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin.

Sementara secara khusus tujuan PKH adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi Peserta PKH, Meningkatkan taraf pendidikan Peserta PKH, Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil (bumil), ibu nifas, bawah lima tahun (balita) dan anak prasekolah anggota Keluarga Penerima Manfaat (KPM. Kata Sulaeman Apandi, Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Pandeglang, saat di temui di acara monitoring penyaluran Kartu KKS-PKH di Kecamatan Cigeulis sabtu (3/3)

Sulaeman Apandi juga mengatakan bahwa selain Penyaluran Kartu KKS-PKH Penggenapan 6 juta, pada bulan februari kemarin sudah memasuki Tahapan penyaluran PKH tahap 1 (satu) tahun 2018.

“Pelaksanaan penyaluran PKH tahap I dapat menjadi media bersama untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan PKH.¬†Seperti diketahui, di Kabupaten Pandeglang bansos PKH disalurkan oleh bank BTN, sementara di Pandeglang sendiri tidak ada Bank BTN, Kami berharap outlet-outlet pencairan bantuan cukup tersedia, sehingga tidak menyulitkan bagi KPM untuk mencairkan bantuannya,” tuturnya

Di tempat yang sama, Ervan Munjih, Koordinator PKH Kecamatan Cigeulis, menjelaskan bahwa kendala yang di hadapi oleh pendamping ataupun KPM sendiri adalah bukan hanya terbatasnya outlet ATM akan tetapi kendala terbesar adalah ketika ada yang terblokir atau kartu hilang harus mengurus ke cilegon.

“Karena Bank BTN ini tidak ada di Pandeglang, kendala terbesar kami adalah ketika ada KPM yang ATM nya hilang atau terblokir kami harus mengurusnya ke Cilegon, selain jarak nya jauh dan membutuhkan biaya tinggi, kami juga kasihan terhadap KPM yang belum pernah naik mobil, mereka mabuk kendaraan” keluh Ervan

Di tempat terpisah, Nani Haerani, Koordinator PKH Kecamatan Panimbang saat di konfirmasi oleh suitnews.com juga mengatakan hal yang sama, dia mengeluhkan pelayanan Bank BTN, Menurutnya pihak Bank BTN harus bisa membedakan pelayanan terhadap nasabah umum dengan nasabah KPM PKH.

“Jangan disamakan dong antara nasabah KPM PKH dengan nasabah umum, KPM kan punya keterbatasan” ungkapnya

Nani juga berharap agar Bank BTN segera membuat Kantor Cabang di Kabupaten Pandeglang, sehingga segala bentuk pengaduan atau permasalahan kpm pkh bisa segera di tindak lanjuti.

“Harapan kami Bank BTN segera membuat cabang di pandeglang, jangan sampai pelayanan terhadap KPM terhambat seperti yang sekarang ini, pendamping sudah maksimal mengurus dan mendampingi KPM PKH, seharusnya pihak Bank BTN juga memaksimalkan pelayanannya” pungkas Nani

(Red//Rizal)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *