KANDA FARHAN “BAJAY” : SAMPAIKAN KRITIKAN LEWAT LAWAKAN

Suitnews.com-Pandeglang. Aksi melawak sendirian di atas panggung atau yang lebih dikenal dengan Stand up comedy beberapa tahun belakangan ini menjelma menjadi salah satu hiburan favorit masyarakat. Karena, selain menghibur stand up comedy juga sangat edukatif, lelucon atau jokes yang disampaikan oleh para komika – sebutan untuk para stand up comedian – biasanya sangat berisi dan sangat cerdas.

Salah satu kader HMI Komisariat Fasei UIN SMH Banten, Farhan Syarif Syehabudin atau lebih akrab disapa “Bajay” merupakan komika yang sudah melanglang buana di dunia stand up comedy, aksinya di atas panggung selalu berhasil menghibur para penikmat stand up comedy. Penampilannya di atas panggung bisa dibilang sudah tidak diragukan lagi hal ini dibuktikan dengan dengan beberapa prestasi yang sudah ia raih salah satunya juara 1 Stand Up Comedy pada kegiatan Jambore kebangsaan dan Kewirausahaan Nasional di Cibodas, Bumi Perkemahan Mandalawangi pada tahun 2017.

Dalam setiap jokes yang ia sampaikan, Bajay selalu memasukan kritik atau keresahannya pada pemerintah. Pria yang lahir di Tangerang pada tahun 1996 ini mengatakan bahwa alasan ia masuk ke dunia stand up comedy adalah untuk berbagi perasaan, pengalaman dan cinta, selain itu menurutnya stand up comedy adalah media yang pas untuk menyuarakan aspirasi dan kritikannya pada pemerintah.

“Bagi saya stand up comedy bisa menjadi dunia sendiri di mana saya bisa berbagi perasaan, pengalaman, pengetahuan, cinta bahkan kritikan. Sebagai mahasiswa saya berpikir bahwa stand up comedy adalah ruang tersendiri untuk berekpresi, mahasiswa identik dengan keaktifan dalam menyuarakan aspirasi kepada pemerintah. Oleh karena, itu saya melihat bahwa stand up comedy ini bisa menjadi media alternatif dalam menyampaikan aspirasi atau kritikan, namun dengan kemasan komedi tentunya, yah sindir-sindir dikit kan boleh juga.” ucap pria berambut kriting itu saat diwawancara oleh tim ushada.info. (08/09/2018).

Pesan dari Kanda Bajay adalah “Sampaikan kritikan walaupun lewat lawakan”.

(red/SNC)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *