Enggartiasto Lukita Serahkan Penghargaan Kepada Pemprov Babel dan Tokoh Peduli Perlindungan Konsumen

Suitnews.com, Pangkal Pinang – Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman menghadiri puncak peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) Tahun 2018, di Alun-alun Taman Merdeka, Kota Pangkalpinang, Babel.
Harkonas ke-6 tahun yang berlangsung pada Selasa (24/4/2018) ini, mengangkat tema “Konsumen Cerdas di Era Ekonomi Digital”.
Ikut hadir dalam Peringatan Puncak Harkonas ini, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Pejabat Eselon I Kemendag, Staf Ahli Kementerian ESDM, Perwakian Bappenas, Gubernur Jawa Timur Sukarwo dan perwakilan sejumlah Pemerintah Provinsi penerima penghargaan Pemerintah Peduli Konsumen, Otoritas Jasa Keuangan, Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional, serta buyer lada dari Singapura dan Thailand, dan sejumlah unsur terkait lainnya.
Mendag dalam kesempatan mengapresiasi Pemprov Babel yang telah bekerjasama dengan Kemendag menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan mengedukasi masyarakat menjadi konsumen cerdas.
Disamping itu, Mendag juga mengajak konsumen melalui Harkonas Tahun 2018 ini, untuk teliti sebelum membeli. “Saat ini, kita menghadapi arus barang yang tidak bisa kita hentikan dari berbagai daerah dan Negara. Namun, melalui Harkonas ini, kita jadikan momen untuk meneliti standar mutu nasional dan memilih produk dalam negeri,” ajak Mendag.
Menurut Mendag, konsumen nasional sudah memiliki kecerdasan memadai dalam memilih produk yang akan dibeli, melihat dan menilai dari sisi kualitas, serta dari berbagai persyaratan yang ada.
Kemudian, Pameran Harkonas yang digelar sejak 22-24 April 2018, kata Mendag, dalam rangka mengangkat keunggulan produksi daerah khususnya, dan dalam negeri pada umumnya, yang tidak kalah dengan produksi mancangera.
Selain itu, pada kesempatan sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto memberikan apresiasi kepada Pemprov Babel yang peduli terhadap konsumen dan mendorong produsen.
Sebab, tahun lalu, Babel ditetapkan sebagai provinsi yang concern terhadap perlindungan konsumen. Dengan kriteria antara lain adanya unit yang menangani perlindungan konsumen di pemerintah daerah, komitmen pemda dalam penyediaan dana APBD guna mencerdaskan konsumen dan menumbuhkan pelaku usaha yang bertanggung jawab, juga telah memiliki badan penyelesaian sengketa konsumen yang aktif, serta telah memiliki PPNS.
Mengenai perlindungan konsumen terkait transaksi online, Mendag mengakui sudah melakukan sosialisasi, dan saat ini sedang dalam penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk mengatur berbagai hal yang dikoordinasikan oleh Kantor Kemenko Perekonomian.
“Kita akan membukakan pasar ekspor, Pemprov Babel harus membentuk atau dorong koperasi dan kerja sama dengan para importir dari berbagai Negara. Mendag akan mengumpulkan dan memberdayakan para eksportirnya supaya menjaga kualitas. Mereka juga akan bekerjasama dengan para petani melalui koperasi yang telah dibentuk. Kalau belum, maka kita akan berkoordinasi dengan Pemprov Babel,” ujarnya.
Gubernur Babel Erzaldi Rosman mengatakan, puncak peringatan Harkonas 2018 ini, merupakan momentum untuk meningkatkan pengetahuan serta menjadikan konsumen dan produsen yang cerdas.
Dihadapan Menteri Perdagangan dan buyer lada dari Singapura dan Thailand, Gubernur Erzaldi juga mengeluhkan merosotnya harga Lada Putih Bangka Belitung di pasaran dunia.
Konsumen, kata Gubernur Erzaldi, memiliki peran sangat penting dalam perekonomian. Kontribusi konsumsi rumah tangga secara nasional terhadap PDRB Indonesia selama lima tahun terakhir, mencapai rata-rata 55,4 persen.
Di tengah berbagai resiko ekonomi dan politik ke depan, pengeluaran konsumsi rumah tangga akan tetap menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Permasalahan harga lada putih dan komoditas unggulan nasional lainnya khususnya di Babel, lanjut Gubernur, tidak saja menginginkan konsumen yang cerdas, tapi produsen yang cerdas. Produsen lada beberapa waktu ini selalu mendapatkan harga yang kurang baik.
“Hari ini kita mempertemukan secara langsung antara konsumen dan produsen untuk menghasilkan harga yang cerdas. Terlebih di era ekonomi digital sekarang ini memasuki revolusi industri ke empat,” pungkasnya.
Sementara, Plt Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan Srie Agustina selaku Ketua Panitia Harkonas 2018 menjelaskan, tujuan Harkonas diantaranya Smart Regulasi yang pro perlindungan konsumen menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan pelaku usaha.
Kemudian, Smart consumer, dalam hal ini, konsumen harus cerdas, menegakan hak dan tanggung jawabnya serta tanggung jawab sosial untuk mencintai produk dalam negeri, agar konsumen menjadi subyek dan obyek penentu daya saing bangsa. Terakhir adalah smart collaboration antara seluruh kementerian dan lembaga terkait.
Pada Puncak Harkonas ini, Mendag Enggartiasto Lukita menyerahkan penghargaan kepada Pemprov dan tokoh peduli perlindungan konsumen, serta pemberian hadiah kepada pemenang lomba video dan blog dalam rangka hari konsumen.
Dalam kesempatan sama juga dilakukan penandatanganan kontrak ekspor Lada Putih Bangka Superior Quality antara Koperasi Lada Babel dengan PT MTN Thailand.
Disamping itu, dilakukan pula peluncuran Portal Perlindungan Konsumen Indonesia oleh Mendag yang ditandai dengan penekanan tombol sirine, dan dilaksanakan gelar multi produk sebanyak 43 gerai serta 5 mobil promosi produk lokal yang berkualitas.
(Red//Hen)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *