Dinkes Sebut Penyebaran HIV/AIDS Dipandeglang Berkurang

Suitnews, Pandeglang-Penderita Human Immuno Deficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2016 adanya penurunan. Sesuai data yang tercatat di Dinas Kesehatan Pandeglang, tahun 2014 mencapai 27 orang, 2015 mencapai 27 orang dan 2016 mencapai 24 orang.

Anggota Komisi IV DPRD Padeglang, Ade Muamar meminta kepada Dinkes untuk terus melakukan sosialisasi dan pencegahan terhadap penderita HIV/Aids tersebut dengan cepat, sehingga resiko penyebarannya penyakitnya tidak semakin meluas. “Penyakit ini kan sangat berbahaya. Untuk itu, dinas terkait harus cepat melakukan tindakan, agar jangan sampai tiap tahun penderita tersebut semakin bertambah,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan PenyehatanLingkungan (P2PL) Dinkes Pandeglang, Firmansyah mengatakan, data penderita HIV/Aids itu memang adanya penurunan jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. “Kalapun untuk data penderita HIV/Aids pada November 2016 itu sebanyak 24 orang yang tersebar di beberapa kecamatan,” kata kata

Firmansyah, kepada Wartawan Jumat (11/11).Untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap penderita HIV/Aids tersebut, kata Firmansyah Dinkes memiliki empat Puskesmas yang menjadi rujukan, diantaranya Puskesmas Kaduhejo, Sobang, Panimbang, Labuan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandelang. “Dalam penyebaran HIV/Aids itu di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Labuan, Kaduhejo dan Panimbang,” ujarnya.

Tiga puskesmas tersebut juga, disiapkan untuk mengantisipasi peredaran HIV/Aids, agar warga yang ingin memeriksakan kesehatanannya bisa langsung ke sana. “Tempat konseling itu gratis. Siapa tahu ada yang di duga menderita penyakit HIV/Aids bisa langsung melakukan pemeriksaan. Sebab, selama ini kami kesulitan kalau untuk melakukan dor to dor,” terangnya.

Pihaknya juga mengaku merasa kesulitan dalam mengantisipasi agar tidak banyak warga yang menderita penyakit HIV/Aids. Sebab ketika dilakukan razia atau sosialisasi yang dikoordinasikan dengan Dinkes Banten tidak ada penderita yang ingin diberikan pengetahuan. “Salah satunya kesulitan untuk mengatasinya karena penederita banyak yang enggan di lakukan perawatan secara intens. Namun kami terus memantau perkembangannya agar bisa diminimalisir penyebarannya, sehingga tidak menyebar kepada yang lain,” katanya. (Jak)

Comments are closed.