Diduga Berawal dari Isengnya Operator Brilink Bumdes Kolelet, Ratusan KPM-PKH Tidak Terima Bantuan

Suitnews.com, Pandeglang – Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Desa Kolelet Kecamatan Picung terhambat mendapatkan bantuan PKH Tahap-2 tahun 2018, hal ini di duga berawal dari ke isengan yang dilakukan oleh (AS) Sekertaris Desa Kolelet, Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang yang mana (AS) ini merupakan operator EDC Brilink Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Desa Kolelet. dimana diketahui Ibu-nya adalah salah satu penerima Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Kolelet Kecamatan Picung.

Saat Tim Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Kabupaten Pandeglang, yang terdiri dari Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Kepala Seksi Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Koordinator PKH Kabupaten Pandeglang, Supervisor SDM PKH serta beberapa Pendamping PKH melakukan kunjungan lapangan guna mengetahui kronologi yang terjadi yang berkaitan dana “Kuota”, selasa (30/5/2018)
(AS) menjelaskan bahwa dengan menggunakan KKS-PKH milik ibunya tersebut, dirinya iseng melakukan pengecekan menu-menu yang ada di mesin EDC BRILINK milik BUMDesa,
Kemudian (AS) melanjutkan untuk melakukan transfer secara bertahap dari kuota tersebut dan berhasil, dimulai dari Rp. 10.000,- dan seterusnya. Hal tersebut dia lakukan tanpa koordinasi lagi dengan pihak Pendamping PKH Desa Kolelet (Yeti), selain melakukan penarikan terhadap kartu KKS milik ibunya, (AS) juga melakukan pemberitahuan kepada para KPM yang berada di Desa Kolelet bahwa ada uang kuota di KKS milik KPM PKH tersebut dan menawarkan agar melakukan pencairan/ penarikan akan uang kuota tersebut.
Karena kebutuhan, para KPM tertarik untuk melakukan penarikan uang kuota tersebut. Penarikan tersebut dilakukan pada bulan Maret 2018 setelah menerima dana tahap ke-1.

“ Saya iseng melakukan pengecekan kartu PKH milik Ibu saya, setelah di cek ditemukanlah “Kuota” itu, dan saya coba Tarik tunai ternyata bisa” tuturnya

Masih berdasar keterangan (AS) di Brilink itu terdeteksi ada info kuota dengan kode 00xx PKH_IV 2017 sejumlah Rp. 390.000,-. Tapi menurutnya jumlah uang kota tersebut tidak semuanya Rp. 390.000 namun beragam, ada yang Rp. 250.000,-, Rp. 360.000,- dan Rp. 390.000. Sekdes kolelet juga menanyakan akan keberadaan uang kota tersebut kepada aparatur-aparatur desa yang berada di Kecamatan Picung. Sehingga tersebar info keberadaan akan uang kuota tersebut.

Di tempat terpisah Tim PPKH Kabupaten Pandeglang bersama media suitnews.com berhasil mewawancarai beberapa KPMPKH di Desa Kolelet Kecamatan Picung.
Dari hasil wawancara tersebut keterangan (AS) dan warga penerima PKH berbeda, berdasar keterangan warga yang bisa di himpun bahwa KPM tidak mengambil langsung uang kuota nominal 390 ribu namun di tawarkan melalui door to door oleh pemilik BUMDesa (AS), KKS di ambil langsung dari KPM dan uang langsung di antarkan ke rumah masing masing KPM dengan jumlah nominal bervariarif dari Rp. 320.000,- dan Rp. 350.000,-, KPM mendapat informasi bahwa uang kuota tersebut hanya pemilik BUMDesa yang bisa mencairkan.

“Kami tidak mengambil langsung uang itu ke (AS) tapi dia yang nawarin, Kartunya diambil dan uangnya juga dianterin kerumah masing-masing” Kata salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya

Sementara sebelumnya menurut Camat Picung Mujani Nur Efendi, saat ditemui dikantornya, bahwa di kecamatan picung itu ada tiga desa yang ahli IT yaitu salah satunya Sekdes Desa Kolelet

Dari berbagai informasi yang dapat dihimpun oleh suitnews.com, masalah ini sudah tersebar luas kepada KPM diluar Desa Kolelet bahkan diluar Kecamatan Picung. Dengan beragam laporan dari para KPM, diantaranya, KKS-PKH dikumpulkan secara kolektif oleh oknum aparatur Desa dalam jangka waktu 1-2 hari dengan alasan untuk melakukan pengajuan program-program lainnya.
Setelah dikumpulkannya KKS-PKH, di duga adanya penarikan uang kuota oleh oknum-oknum tersebut tanpa sepengetahuan KPM, bahkan KPM tidak menerima sepeserpun dari uang kuota tersebut.

(Red/SNC)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *