Di Bojong, Seorang Perempuan Bersuami Mengaku Janda Menikah Dengan Sahabat Suaminya

Suitnews.com, Pandeglang – Sungguh miris nasib seorang laki-laki yang istrinya dicuri oleh sahabatnya sendiri, kisah pilu seperti ini ternyata bukan hanya ada di sinetron, tapi kenyataan pahit ini terjadi pada Arif Akbar (30) tahun, warga cijakan kecamatan bojong.

Kejadian ini sontak menjadi bahan gunjingan warga sekitar daerah kp. Bangkalok Desa Cijakan Kecamatan Bojong pasalnya seorang perempuan bernama Dina Darmayanti (27) tahun (istri Arif-red) melangsungkan pernikahan dengan seorang laki-laki bernama hendrik alias endon pada hari jumat tanggal 11 mei 2018 dikediaman orangtuanya, hal ini menjadi buah bibir tetangga karena diketahui bahwa dina masih berstatus istri arif.

Menurut arif dirinya masih memiliki surat nikah resmi dengan dina, namun menurut pengakuan arif, dirinya dipaksa oleh keluarga istrinya untuk menceraikan Dina namun hanya sebatas ucapan belum diurus secara hukum

” saya dipaksa pihak keluarga istri saya untuk menjatuhkan talak pada tanggal 15-02-2018 kemarin, tapi itupun tanpa surat oret-oretan” terangnya saat dikonfirmasi olwh suitnews.com di kediamannya, Rabu (16/5/2018)

“jikapun memang sudah dianggap cerai maka pada saat nikah jumat itu masa idah dina belum habis karena belum genap 3 bulan” lanjutnya

Arif juga menuturkan bahwa dua (2) hari menjelang pernikahan istrinya dia pernah didatangi oleh Ninda sekertaris desa cijakan agar memberikan surat keterangan talak bahkan menurut arif sekdes mengatakan tidak akan mengurus surat pindah arif jika tidak mau memberikan surat talak tapi hal ini tidak diindahkan oleh arif

“Dua hari menjelang pernikahan istri saya, saya didatangi sekdes agar memberikan surat keterangan talak” ungkapnya

Saat dikonfirmasi, Ninda sekertaris desa Cijakan yang juga merupakan anak dari kepala desa cijakan membenarkan bahwa Dina menguruskan pembuatan surat keterangan nikah di desa cijakan dan mengaku janda, ketika ditanya tentang surat keterangan janda dari pengadilan pihaknya mengatakan bahwa Dina tidak membawanya karena pihak desa taunya dina janda,

dilain tempat kepala KUA Bojong Drs. Kosim setiawan,MM menerangkan bahwa pernikahan dina dan hendrik alias endon ini belum didaftarkan di KUA Bojong karena menurut hasil komunikasi ketua KUA dengan lurah cijakan Nanda menerangkan bahwa dina belum memiliki surat cerai resmi dari pengadilan sehingga belum didaftarkan, dimintai tanggapan tentang masa idah yang belum habis ketua KUA menegaskan bahwa pernikahan itu harus dibatalkan.

“jika menikah belum habis masa idahnya, maka pernikahan itu batal dan harus dibatalkan demi hukum” pungkasnya

(Iqbal Ajie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *