Buka Puasa Bersama Napi Narkotika, Gubernur Ingin Pemuda Babel Tiru Sabit

Suitnews.com, Pangkal Pinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, kembali melanjutkan Safari Ramadhan 1439 H. Untuk Puasa hari ke-14 tepatnya Rabu (30/5/2018), Gubernur memilih Buka Puasa Bersama dengan para Narapidana (Napi) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Selindung Kota Pangkalpinang.

Ikut hadir dalam kesempatan itu, Kapolda Babel Brigjend Pol Syaiful Zachri, Kepala Kantor Wilayah Hak Azazi Manusia Wilayah Babel Sulistiarso, Pjs Walikota Pangkalpinang Asyraf Suryadin, unsur OPD di Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, dan para Penghuni Lapas Narkotika Selindung.

Mengawali arahannya, Gubernur Erzaldi mengemukakan, sudah seharusnya perhatian kepada kaum muda terus diberikan, karena merekalah pewaris bangsa ini kedepan.

“Saya dari dulu selalu memberikan perhatian khusus untuk lapas narkotika ini, dan hampir setiap bulan Ramadhan saya lakukan safari. Kenapa? karena saya tidak ingin yang sudah salah langkah semakin terjerumus. Bagi yang belum terkena, jangan mendekatinya apalagi untuk mencoba apapun bentuk dan jenis narkoba tersebut,” tegas Gubernur.

Lebih lanjut Gubernur dihadapan para Napi Narkotika, menekankan arti dari suatu kejujuran yang memang terkadang terlihat awalnya pahit, tapi selalu berakhir dengan sesuatu yang manis.

Gubernur Erzaldi menceritakan, ada seorang anak muda bernama Sabit yang jujur dan memiliki iman dan takwa tanpa diragukan lagi.

Suatu ketika, Sabit menemukan sebuah apel yang hanyut mengalir di sebuah sungai. Ia langsung memakan Apel tersebut. Tetapi setelah memakannya, Sabit menyadari bahwa apel ini haram, karena bukan miliknya. Lalu si sabit berusaha dan berangkat untuk mencari pemilik dari sebuah apel tersebut karena Sabit berniat memberikan ganti dari apa yang sudah dimakannya.

Sabit yakin apa yang dilakukannya tidaklah diridhai oleh Allah dan tidak Berkah. Setelah menyusuri aliran sungai, bertemulah si Sabit dengan pemilik kebun dari apel tersebut.

Sabit berkata “tadi saya memakan buah apel tuan, jadi saya bersedia untuk menggantinya”. Si tuan kebun dan juga pemilik apel merasa kagum dan berkata, “ada suatu syaratnya untuk mengganti yaitu menikahi anak saya yang buta, tuli,lumpuh, dan bisu”.

Alangkah terkejutnya, si Sabit atas jawaban dari si pemilik kebun apel. Tetapi, jiwa dan Iman Sabit menjawab bersedia menikahinya. Tetapi, begitu Sabit telah mengetahui kebenaran dari anak gadis si Pemilik apel dan kebun tersebut ternyata tidak sesuai yang diceritakan, malah kebenarannya adalah sebaliknya wanita itu tidak bisu tidak tuli tidak pula lumpuh, bahkan cantik dan solehah, bertanyalah si Sabit apa maksud semua ini.

Si pemilik Kebun Apel, lanjut Gubernur Erzadi, berkata “bisu disini artinya tidak suka membicarakan tentang orang lain, tuli artinya tidak suka mendengarkan yang bukan seharusnya didengar, sedangkan buta disini tidak pernah melihat sesuatu yang memang seharusnya tidak harus dilihat, sedangkan lumpuh maksudnya adalah tidak mengizinkan tubuh untuk pergi ke tempat tempat maksiat.

Gubernur berharap dari cerita di atas, bisa menjadi inspirasi bagi para pemuda yang ada di Lapas Narkotika khususnya dan Pemuda di Babel pada umumnya, kemudian bisa menirunya untuk bisa mengedepankan kejujuran yang dilantasi iman dan takwa kepada Allah SWT.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Hak Azazi Manusia Wilayah Babel Sulistiarso menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Erzaldi yang telah memberikan perhatian dan kepeduliannya kepada Lapas Narkotika.

“Kita mendapatkan izinnya dari Allah SWT dan dengan terselenggaranya kegiatan ini kerena Gagasan yang datang dari bapak Gubernur Erzaldi. Beliau juga yang menyiapkan semua dan segala persiapan berbuka ini, kami ucapkan banyak terimakasih,” kata Sulistiarso.

Sulistiarso juga menyebutkan, saat ini Lapas Narkotika Kelas III ini sudah termasuk layak dan dihuni 807 orang dengan tingkatan penanganan yang berbeda.

Menjelang buka puasa bersama di Lapas Narkotika Selindung ini, juga disampaikan Tausiyah oleh Ketua Muhammadiyah Babel Kamaruddin A.K.

Pada kesempatan sama, Gubernur Erzaldi juga menerima Lukisan Kaligrafi yang dibuat menggunakan Cangkang Telur dari kerajinan tangan anak- anak Lapas Narkotika.

(Hen/SNC)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *