Anak KPM PKH Penyandang Tuna Rungu Wicara, Mengubah Keterbatasan Menjadi Kelebihan dan Prestasi

Suitnews.com, Lebak – Eli (15) seorang anak penyandang disabilitas rungu wicara yang mampu melihat kesempatan dari keterbatasan yang dimiliki, menjadi kelebihan yang membuahkan prestasi.

Anak ke empat dari enam bersaudara, pasang Ibu Anah yang merupakan seorang Ibu rumah tangga dengan Bapak Samid yang pekerjaan sehari-harinya adalah pengrajin kerai, mereka tinggal di Kampung Gedongan RT.03 RW.07 Desa Gedongan Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten. Ibu Anah merupakan salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan sudah mendapatkan Bantuan Sosial PKH Sejak tahun 2010.

Keterbatasan fisik dan ekonomi yang Eli alami, Tak menyurutkan semangatnya meraih prestasi dengan menyandang gelar juara di berbagai ajang perlombaan yang diikuti. Mulai dari Juara 3 Lomba Otomotif tingkat Provinsi, Juara 3 Lomba Atletik tingkat Provinsi, Juara 3 Lomba melukis tingkat Provinsi, Juara 3 Lomba Membatik tingkat Kabupaten dan Juara 1 Lomba Tata Busana tingkat Provinsi.

Ely kini duduk di kelas dua SMPKHN 02 Pasir Ona Rangkasbitung. Sebelum mampu meraih segudang prestasi, Eli sering mengalami diskriminasi dan perlakuan tidak menyenangkan dari teman-teman sebayanya. Kondisi tersebut membuat Eli sangat marah. Alih-alih melampiaskan amarahnya, terkadang Eli menjadi anak yang susah diatur. Sempat memutuskan berhenti bersekolah karna merasa kurang percaya diri. Namun, berkat dukungan dari keluarga yang terus mendorong Eli melanjutkan sekolahnya. Eli akhirnya kembali bersekolah

“Saya dan keluarga terus mendukungnya untuk melanjutkan sekolah dan gak perlu ngerasa malu” ujar ibu Anah, pada suitnews.com, kamis (9/8/2018) di rumahnya

Ditempat yang sama, Sri Pendamping PKH Desa Gedongan Kecamatan Rangkas Bitung sangat bangga dengan perjuangan yang dilakukan oleh Eli mengingat Jarak Sekolah dari rumahnya yang cukup jauh sehingga
harus di tempuh dengan bersepeda. Hal ini Eli lakukan demi memperjuangkan masa depannya. selain itu menurut Sri, Eli juga dibimbing oleh guru-guru yang mampu melihat dan mengasah bakat yang Eli miliki hingga banyak mengikuti perlombaan dan meraih juara.

“Guru-guru di sekolahnya Eli punya pengaruh besar, sampai anaknya bisa semangat kaya gini karna gurunya menemukan minat dan bakat yang dia suka, dan sampe sekarang jadi sering ikut lomba terus dapat juara” ujar Sri pendamping PKH Ds. Gedongan

Eli sangat bersemangat melanjutkan sekolahnya, ia berharap kelak dapat membantu beban ekonomi keluarganya. Setelah tamat sekolah, Eli berkeinginan membuka usaha menjahit di rumahnya. Eli dengan keterbatasannya, mampu memfokuskan indra penglihatannya menjadi kelebihan yang diukir dalam prestasi membanggakan.” Imbuh Sri

Apresiasi juga datang dari Naufal Arif, pekerja sosial supervisor PKH Kabupaten Lebak, menurutnya dia akan terus mensupport KPM yang berprestasi dan mendorong KPM untuk bangkit dari keterpurukan kearah yang lebih baik dan setatus ekoniminya meningkat sehingga KPM bisa graduasi mandiri atau keluar kepesertaannya dari program keluarga harapan.

“Selain anak PKH berprestasi kita akan mengapreasiasi dan mendorong KPM untuk graduasi Mandiri” ujarnya.
(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *