Aksi Unjuk Rasa Penolakan Penangkaran Buaya Muruy

Suitnews.com, Pandeglang-puluhan masa yang tergabung dalam Pergerakan Pemuda Peduli Pandeglang (P4) melakukan aksi unjuk rasa di kantor kecamatan Menes senin 14/11/2016,

puluhan masa mempertanyakan perihal legalitas perzinan penangkaran buaya yang ada di desa muruy kecamatan menes-pandeglang mereka meminta agar penangkaran buaya harus dikaji secara detail soal dampak manfaat dan mudharot keberadaanya.

Pantauan suitnews.com masa aksi melakukan orasinya sekita 60 menit selanjutnya beberapa perwakilan masa aksi dipersilahkan masuk untuk bertemu dengan pihak kecamatan untuk berdialog aspirasi para pengunjukrasa

Salah seorang orator, Ahmadi mengatakan, dalam proses pembukaan penangkaran buaya harus memiliki izin dari kementerian sesuai dengan apa yang diatur dalam peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 8 Tahun 1999 tentang pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar.

“penangkaran buaya yang ada didesa muruy tidak memiliki izin dari kementerian dan harus ditutup agar tidak memakan korban dari keganasan buaya.” Ujarnya saat melakukan orasi

Masih dikatakan Ahmadi, penangkaran buaya tersebut harus ditutup karena tidak memiliki standar prosedur dan kajian terlebih dahulu, serta bertentangan dengan site plan pembangunan pariwisata di kabupaten Pandeglang, dan penangkaran buaya tersebut belum mengantongi izin dari balai besar konservasi sumber daya alam (BBKSDA) serta Kementrian

“Kami meminta agar penangkaran buaya segera ditutup, karena tidak sesuai dengan prosedur izin penangkaran buaya,” katanya

Sementara itu Sekertaris Camat menyatakan, bahwa pihak kecamatan akan membahas prihal permasalahan ini (penangkaran buaya-red). Dan akan berkonsultasi dengan pak camat, karena kata dia Camat menes sedang tidak ada dikantor kecamatan(Jak)

Comments are closed.