Ada Info Penyunatan Dana PKH, Korkab PKH Pandeglang Langsung Sidak

Suitnews.com, Pandeglang – Mendapat informasi adanya dugaan penyunatan dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sangiang Dengdek Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang, Sulaeman Apandi Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Pandeglang langsung melakukan Investigasi Mendadak. Hal ini dia sampaikan saat di konfirmasi oleh suitnews.com melalui telpon selulernya senin (5/3/2018)

Menurut pengakuannya setelah mendapatkan info bahwa ada dugaan penyunatan dana PKH di kecamatan Pulosari, Pukul 19:31 WIB Dia sudah tiba di kampung Pamuruyan Desa Sangiang Dengdek, langsung menuju KPM untuk menelusuri dan memastikan benar atau tidaknya dugaan tersebut.

“Untuk memastikan info tersebut benar atau tidaknya, saya harus bertemu langsung dengan KPM, untuk itu malam ini juga saya datangi KPM nya” Katanya

Sebelumnya di beritakan oleh media Fakta Pandeglang bahwa Dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sanghiang Dengdek, Kecamatan Pulosari diduga telah disunat oleh oknum pendamping sebesar Rp 150 ribu per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dari hasil penelusurannya, Sulaeman Apandi membenarkan bahwa KPM ada mengumpulkan uang senilai Rp 150 ribu di ketua kelompok, namun hal tersebut bukan atas perintah pendamping akan tetapi itu atas inisiatif para penerima manfaat untuk iuran kelompok, dan peruntukan nya pun bukan untuk pendamping, tapi untuk kebutuhan kelompok.

“Berdasar keterangan dari beberapa KPM yang saya temui di antaranya Ibu Sarmenah, Ibu Mimin dan Ibu Mariam memang mengakui telah mengumpulkan uang di Ketua Kelompok akan tetapi itu sifatnya iuran, dan bukan perintah dari pendamping. peruntukannya pun bukan untuk pendamping tapi menurut mereka rencananya uang itu akan di gunakan jika ada pertemuan kelompok atau jika ada KPM yang sakit” katanya.

Sementara Anis Nurmawadah, Pendamping PKH Desa Sangiang Dengdek saat di konfirmasi terkait dugaan penyunatan Dana PKH yang di tuduhkan kepadanya, dia menyangkal dan tidak membenarkan tuduhan itu.

“Itu tidak benar, saya tidak pernah melakukan penyunatan bantuan dan pengondisian terhadap KPM” Ungkapnya

Menurut Anis, sebelum berita muncul dirinya tidak mengetahui jika ada iuran atau pengumpulan uang di ketua kelompok.

” saya tidak tahu kalau KPM mengadakan iuran, makanya begitu ada berita saya langsung croschek ke kelompok ” imbuhnya

Anis juga sudah meminta kepada ketua kelompok untuk mengembalikan uang tersebut ke KPM, karena menurutnya kalaupun itu sifatnya iuran, namun nilainya terlalu besar.

“Saya sudah perintahkan kepada Ketua Kelompok untuk mengembalikan uang tersebut ke KPM, karena nilainya terlalu besar. Bukannya saya melarang iuran, silahkan saja tapi sewajarnya, toh itu kan untuk mereka sendiri” pungkasnya.

(Red//Rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *